Pages

Jumat, 27 Maret 2015

ANALISA KEMELUT YAMAN & HOUTHI

Rakyat Yaman,Syiah Zaidiyah & Sunni selalu hdp rukun.Tapi krn menolak tunduk pd tetangganya yg arogan, diganggu dg desain konflik sektarian.
Kawasan luas kaya minyak Yaman hingga kini dikuasai tetangganya yg rakus. Krn ini Yaman menjadi salah satu negara termiskin di Timteng.
Meski Mazhab Syiah Zaidiyah dianut mayoritas,para penganutnya tdk menuntut hak menguasai negara. Walau sgt kuat, Houthi tdk ambil kekuasaan.
Abdul Malik Houthi dihormati oleh publik Zaidiyah krn ayah dan keluarganya adalah pejuang kemerdekaan. Bbrp thn lalu saudaranya terbunuh.
Houthi dan pendukungnya tdk melakukan perlawanan militer thdp Pemerintah tp memerangi Al-Qaeda sbg operator tetangga yg ingin melemahkannya.
Ansarullah di tangan Abdul Malik jadi wadah people power terutama di Utara dg agenda melindungi Yaman dari intervensi asing dan ekstremisme.
Houthi menekan rejim boneka Saudi yg korup dan diskriminatif utk mundur dan menyerukan dibentuknya pemerintahan demokratis dan akomodatif,
Selama di bwh dominasi Saudi ekonomi Yaman terpuruk,akibat korupsi, kesenjangan sosial dan kemakmuran antara Utara & Selatan menganga lebar.
Demi menggagalkan reformasi dan rekonsiliasi yg diperjuangkan Houthi, dilakukan manipulasi opini dg melukiskannya sbg konflik sektarian.
Tapi Houthi dan rakyat Yaman tlh mengambil pelajaran dari Suriah. Houthi tdk bisa diBasharkan krn dia tdk berkuasa dan tak berambisi utk itu
Abdul Malik tdk menobatkan sbg Imam besar atau pemimpin spiritual. Pemuda yg selama bbrp thn mendalami filsafat ini punya kemampuan retorika
Siapapun yg berakal jernih dan menguasai bahasa Arab akan terkesima mendengar pidatonya yg sarat analisis dan pesan2 toleransi jg kebangsaan
Houthi menjadi idola yg dinantikan cukup lama oleh rakyat miskin Ydan pemuda2 Yaman yg tdk mendapatkan pekerjaan krn korupsi dan oligarki.
Media mainstream mengulang kecerobohan ttg Yaman spr saat mengulas dan memberitakan Suriah. Tokoh reformasi ini justru dianggap pemberontak.
Spt sblmnya dlm kasus pemberitaan ttg Suriah, media mainstream dan media intoleran sama2 memojokkan Houthi yg didukung rakyat miskin Yaman.
Di Yaman ada 3 opsi;1)mendukung reformasi:2)mendukung ekstremis yg bermimpi "negara khilafah global";3) mendukung rezim korup boneka asing.
Yaman dimiskinkan tetangga2 yg rakus dan rela kehilangan kehormatan dan kedaulatan demi kemakmuran. Houthi yg cinta negaranya sadari itu.
Sama dg Houthi, Hasan Nasrallah, yg punya pengaruh politik, sosial dan militer terbesar di Libanon terbukti akomodatif dan taat konstitusi.
Nasrallah pertahankan milis Hezbollah demi melindungi Lebanon dr Israel. Ia tdk prnh bicara sbg org Syiah tp selalu bicara sbg warga Lebanon
Yg perlu dipahami ialah, Syiah itu dinamis, adaptatif dan otonom. Syiah di Yaman, Irak,Lebanon,Iran,Bahrain dll punya ciri lokalnya masing2.
Nasrallah tdk bercita2 mendirikan republik Islam ala Iran tapi beroirentasi pada penguatan negara sekular krn fakta mayarakat yg heterogen.

Kamis, 26 Maret 2015

SYIAH & HASRAT BERKUASA DI YAMAN ...???

salah satu propaganda dan tudingan kelompok2 takfiri (yg disetir oleh kapitalis dan penguasa tiran itu) pd Syiah adalah bahwa Syiah itu bernafsu berkuasa dan akan selalu melakukan makar dan membuat 'negara Syiah'. inilah salah satu bahan bakar fitnah sektarian dan isu transnasional yg berbahaya. isu ini juga dihembuskan di Indonesia... tapi mari kita lihat fakta:
di Yaman, Houthi dan pendukungnya tdk melakukan perlawanan militer terhadap Pemerintah tapi memerangi Al-Qaeda sbg operator tetangga yg ingin melemahkannya. Houthi itu tak napsu kekuasaan (meski mayoritas Yaman itu Syiah). tak juga pingin jadi 'Imam Besar' ala Abu Bakar al-Bahgdadi yg tiba2 ngaku khalifah ituh. Houthi juga tak berhasrat jadikan Yaman 'negara Syiah'. Yaman tetap akan jd negara sekuler yg mengayomi semuanya, bukan hanya Syiah. perjuangan rakyat Yaman -meski mayoritas Syiah- bukanlah atas nama Syiah. tp atas nama keadilan. rakyat Yaman hanya ingin merdeka, tidak ditindas oleh rezim boneka Saudi yg memiskinkan mereka.
Sama dengan Houthi, Hasan Nasrallah, yang punya pengaruh politik, sosial dan militer terbesar di Libanon terbukti akomodatif dan taat konstitusi. Nasrallah pertahankan milis Hezbollah demi melindungi Lebanon dr Israel. Ia tdk prnh bicara sbg org Syiah tp selalu bicara sbg warga Lebanon. meski Hizbullah amat kuat, tapi sama sekali tak nepsu bikin negara Syiah Libanon. justru mrk menggandeng Sunni dan Kristen. padahal kalau mau ya gampang saja lah.
Syiah itu dinamis, adaptatif dan otonom. Syiah di Yaman, Irak,Lebanon,Iran,Bahrain dll punya ciri lokalnya masing2. sebagaimana Houti, Nasrallah tidak bercita2 mendirikan republik Islam ala Iran tapi beroirentasi pada penguatan negara sekular karena fakta mayarakat yang heterogen.
tentu beda jauh lah ama pemberontak dan teroris iblis ala ISIS yg diimpor dari luar negeri lalu dengan triak-teriak khilafah, tiba2 datang menjajah, melakukan genosida, memperjual-belikan wanita sebagai budak seks, dan mengaku2 daulah... di tanah orang lain pulak

Jon Ali ( Mushadiq ali)

MENGAPA IRAN TIDAK PERNAH DISERANG ?

Kau lupa ? begitu baru berdiri, Republik Islam diserang oleh Irak dibawa rezim Saddam Husein.. jangan menyangka Irak menyerang sendiri, Irak didukung AS, Israel, Inggris, Arab Saudi, dan negara2 Arab lainnya, bahkan PBB pun membisu. Dengan dukungan yang besar, Saddam sesumbar, akan menguasai Iran hanya dalam tempo 8 hari…
Hasilnya, perang terus berlangsung 8 tahun, dan Irak belum juga berhasil… bahkan akhirnya mundur dan menerima malu…
Itu disaat Iran baru berumur jagung, justru disaat Iran masih membenahi kondisi politiknya yang kisruh… musuh2 anti revolusi dari dalampun berbuat ulah…
Presiden pertama Iran berkhianat dan hendak memalingkan jalannya revolusi, atas perintah Imam Khomeini, dia diusir dari Iran…. Presiden kedua Iran, dibom oleh kelompok anti revolusi… dia gugur bersama seluruh anggota kabinetnya… Presiden ketiga Iran, berkali2 mendapat teror, bahkan terluka saat bom yang dipasang dalam tape recorder yang ditaruh di depannya saat berpidato meledak… Alhamdulillah, masih selamat…
Dalam kondisi yang demikian, Iran tidak juga bisa dikalahkan…
Sekarang, setelah berlalu 30 tahun, kau masih bertanya Iran mengapa tidak pernah diserang AS dan Zionis?
AS tidak akan menyerang tanpa perhitungan, dan kalkulasi berapa keuntungan yang bisa dia dapatkan…. dia harus tahu kekuatan militer Iran… sayangnya, setiap mengirim pesawat mata2 masuk kewilayah udara Iran, militer Iran selalu berhasil membajak dan menembak jatuh…
Intelijen Iran selalu berhasil membekuk mata2 Israel dan AS yang memanfaatkan orang2 dalam Iran yang anti revolusi…
MENGAPA IRAN TIDAK JUGA MENYERANG ISRAEL?
Ketika Iran menyerukan persatuan Islam, menyerukan agar negara2 Arab bersatu, mempropagandakan kepada seluruh negara2 Islam untuk mengenal siapa musuh kita sebenarnya? apa yang Iran dapat?
Karena warganya mayoritas Syiah, Iran mendapat tuduhan lebih berbahaya dari AS dan Zionis…
apa salahnya Iran padamu wahai saudaraku, apa Iran pernah menyerang negaramu? apa Iran pernah berkomplot untuk membuat bangkrut negaramu?
berpikirlah… sebelum kau justru terjerat bekerja untuk musuh tanpa kau sadari, dan memusuhi pihak yang seharusnya menjadi temanmu….

Ismail amin

Minggu, 08 Maret 2015

MINDSET YANG SALAH TENTANG IRAN SANGAT MERUGIKAN INDONESIA


“Iran diembargo 34 tahun, tetapi mampu membangun mobil nasionalnya. Dalam satu tahun mereka produksi 1,6 juta mobil dan artinya butuh karet untuk ban. Lalu karetnya dari mana? Padahal kita punya karet, tapi Iran membelinya dari negara ketiga, misalnya Malaysia,” kata Dian.
Artinya, yang mendapat untung besar dari produk Indonesia justru negara ketiga. Dia menganalisis, hambatan utama adalah persepsi negatif masyarakat Indonesia terhadap Iran. Banyak pebisnis Indonesia yang khawatir berbisnis di Iran hanya gara-gara informasi yang salah: mengira Iran negara teror, kejam, sesat, dll.
Dian juga menyampaikan bahwa banyak sekali tamu-tamu Indonesia yang diundang ke Iran sangat terkejut, mendapati bahwa Iran ternyata tidak seperti yang diceritakan oleh media. Terkait dengan kendala finansial, Dian menyatakan bahwa bila Malaysia, China, India, selama ini terbukti lancar berbisnis dengan Iran di masa sanksi, maka seharusnya bisnismen Indonesia juga mampu mencari jalan keluar dari berbagai kendala yang ada.
Karena itulah, Dian mengkritisi media-media di Indonesia yang tidak memberikan persepsi yang benar tentang Iran, akibatnya muncul mindset yang salah, dan keputusan yang diambil pun salah
( Ismail Amin )

Posting Lama

MAU PASANG WI FI DIRUMAH ?
tapi tidak ada jaringan telkom ?
kami bisa memasang wi-fi dirumah atau kantor anda
hubungi kami :
BELIANET SAMAHANI ACEH BESAR
0853 72299929