Pages

Minggu, 24 Mei 2015

Pesantren Sunny Di Tengah Masyarakat Bermadzhab Syi'ah

Selama di Iran, selain   mengunjungi Khauzah Ilmiah,  madrasah,  dan juga perguruan tinggi yang bermadzah Syi’ab,  saya juga diundang untuk  bersillaturrahmi ke  pesantren pengikut  Madzhab Sunny. Memang dilihat dari madzhabnya,  masyarakat Iran bertolak belakang  dari masyarakat Islam di Indonesia. Mayoritas umat Islam di Iran  adalah pengikut Syi’ah,   namun ada juga  sedikit  yang mengikut  madzhab sunny. Sebaliknya  di Indonesia, mayoritas  mengikuti madzhab  Sunny, tetapi  juga  ada, sekalipun jumlahnya tidak banyak,  yang mengikuti madzhab Syi’ah.

Lembaga pendidikan Islam berupa pesantren pengikut Sunny yang saya kunjungi dimaksud  adalah Darul Ulum lita’limil Qur’an wa Sunnah,  berada di Khurazan, yaitu arah timur  dari kota Teheran, berjarak kira-kira  900 km, sehingga  dapat ditempuh selama satu jam dengan pesawat terbang dan  masih harus  ditambah  perjalanan dengan mobil sekitar satu setengah jam lagi.   Tempat di mana pesantren ini berada, lebih mengesankan sebagai wilayah pedesaan. Kesan saya, keadaan lembaga pendidikan Islam di Khurazan ini  terasa mirip dengan kebanyakan pesantren di Indonesia.     

Di  di wilayah Khurazan,  nama Imam Al Ghazali sangat dikenal. Untuk menuju daerah Thus, di mana ulama besar pengarang Kitab Ihya’ Ulumuddin  itu dilahirkan dan sekaligus juga tempat wafatnya, dari  pesantren dimaksud tidak terlalu jauh. Menurut informasi  yang disampaikan oleh pimpinan pesantren yang saya kunjungi, bahwa  untuk sampai di makam Imam al Ghazali  hanya memerlukan waktu beberapa  menit saja. Namun oleh karena keterbatasan waktu, saya dan rombongan tidak mungkin berziarah di makam ulama besar  yang sangat dihormati oleh umat Islam di Indonesia dimaksud.

Di daerah Khurazan tidak semua umat Islam menjadi  penganut Sunny. Sebagaimana umat Islam di Iran  pada umumnya,  adalah  mengikuti  madzhab Syi’ah. Namun demikian,  hubungan di antara umat Islam yang berbeda madzhab tersebut    terjalin dengan baik. Tatkala mendengar kabar  bahwa pondok pesantren Darul Ulum li Ta’limin Qur’an wa Sunnah kedatangan tamu dari Indonesia, maka ulama Syi’ah juga  diundang dan hadir  ke  tempat itu untuk bersama-sama menyambut dan memberi penghormatan.

Pengasuh pesantren pengikut  madzhab Sunny, sebagai tuan rumah  juga  menjelaskan bahwa, perbedaan madzhab di wilayah Khurazan  tidak menjadikan umat Islam berpecah belah. Sekalipun berbeda madzhab,  di antara mereka  berhasil menjalin kerukunan dan saling menghormati. Pimpinan pesantren ini memberikan contoh kerukunan itu, ialah misalnya  di  dalam memperingati  hari kelahiran Nabi Muhammad, saw. Menurut keyakinan madzhab Sunny, Nabi Muhammad lahir pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal, sementara Madzhab Syi’ah meyakini bahwa, kelahiran  itu jatuh  pada tanggal 17  pada bulan yang sama.

Perbedaan keyakinan tersebut tidak  melahirkan masalah. Keduanya berhasil memahami dan juga  menghormati.  Ketika umat Islam bermadzhab Sunny memperingati hari kelahiran  Nabi Muhammam pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal, maka pengikut madzhab Syi’ah diundang dan juga datang. Demikian pula sebaliknya, ketika pengikut Madzhab Syi’ah memperingati hari kelahiran Rasulullah itu   pada tanggal 17 pada bulan yang sama, maka pengikut Madzhab  Sunny juga diundang dan hadir.  Masing-masing mengetahui atas perbedaan itu, namun tidak menjadikan di antara mereka saling membenci dan apalagi memusuhi.

Pesantren Darul Ulum li Taklimil Qur’an wa Sunnah yang ada di Khurazan tersebut dipimpin oleh seorang ulama  yang tampak  kharismatik  dan dibantu oleh beberapa asatidz. Sama dengan  di Indonesia, pesantren yang berjarak sekitar 900 km arah timur dari kota Teheran itu  juga terdiri  atas  masjid, ruang belajar, dan tempat menginap para santri. Dari pesantren ini juga tampak gambaran  kesederhaannya, kemandirian para santri, dan juga kitab kuning yang dipelajari  pada setiap hari.

Hal yang  agaknya  mungkin saja berbeda dari  pesantren di Indonesia, ------sesuai dengan apa yang dijelaskan oleh  pengasuh pesantren Darul Ulum li  Ta’limil Qur’an wa Sunnah ini, adalah   bahwa sehari-hari jenis dan kualitas makanan bagi semua    warga pesantren, baik pengasuh, asatidz, dan santrinya adalah sama.  Tidak terkecuali,   jamuan makan  yang diberikan kepada tamu, ----termasuk  kepada  saya dan rombongan, menurut penuturan pengasuhnya,  tidak berbeda dari makanan para santri.  Nilai kebersamaan selalu diwujudkan  di pesantren ini.   

Pesantren  bermadzhab Sunny yang berada di tengah-tengah  mayoritas bermadzhab Syi’ah ternyata tidak merasa  terganggu. Di antara mereka terbangun saling berkomuniukasi dan bahkan juga  saling membantu.  Informasi tentang kedatangan tamu dari Indonesia juga  diperoleh dari  Ulama’ Syi’ah yang mengundang. Kedatangan saya dan  rombongan ke Pesantren pengikut Madzhab Sunny di Khurazan dimaksud,  dijemput oleh pengasuhnya sendiri ke Kota Masyhad, tempat  saya menginap,  dan juga  mengajak serta bPimpinan Lembaga Takrib bainal Madzahib  yang  bermadzhab  Syi’ah. Melalui contoh ini, adanya perbedaan madzhab,  ternyata  tidak menghalangi   pelaksanaan ajaran Islam yang mengharuskan agar di antara sesama selalu bersatu dan saling mengasihi. Wallahu a’lam   
sumber : old.uin-malang.ac.id

Kamis, 26 Maret 2015

MENGAPA IRAN TIDAK PERNAH DISERANG ?

Kau lupa ? begitu baru berdiri, Republik Islam diserang oleh Irak dibawa rezim Saddam Husein.. jangan menyangka Irak menyerang sendiri, Irak didukung AS, Israel, Inggris, Arab Saudi, dan negara2 Arab lainnya, bahkan PBB pun membisu. Dengan dukungan yang besar, Saddam sesumbar, akan menguasai Iran hanya dalam tempo 8 hari…
Hasilnya, perang terus berlangsung 8 tahun, dan Irak belum juga berhasil… bahkan akhirnya mundur dan menerima malu…
Itu disaat Iran baru berumur jagung, justru disaat Iran masih membenahi kondisi politiknya yang kisruh… musuh2 anti revolusi dari dalampun berbuat ulah…
Presiden pertama Iran berkhianat dan hendak memalingkan jalannya revolusi, atas perintah Imam Khomeini, dia diusir dari Iran…. Presiden kedua Iran, dibom oleh kelompok anti revolusi… dia gugur bersama seluruh anggota kabinetnya… Presiden ketiga Iran, berkali2 mendapat teror, bahkan terluka saat bom yang dipasang dalam tape recorder yang ditaruh di depannya saat berpidato meledak… Alhamdulillah, masih selamat…
Dalam kondisi yang demikian, Iran tidak juga bisa dikalahkan…
Sekarang, setelah berlalu 30 tahun, kau masih bertanya Iran mengapa tidak pernah diserang AS dan Zionis?
AS tidak akan menyerang tanpa perhitungan, dan kalkulasi berapa keuntungan yang bisa dia dapatkan…. dia harus tahu kekuatan militer Iran… sayangnya, setiap mengirim pesawat mata2 masuk kewilayah udara Iran, militer Iran selalu berhasil membajak dan menembak jatuh…
Intelijen Iran selalu berhasil membekuk mata2 Israel dan AS yang memanfaatkan orang2 dalam Iran yang anti revolusi…
MENGAPA IRAN TIDAK JUGA MENYERANG ISRAEL?
Ketika Iran menyerukan persatuan Islam, menyerukan agar negara2 Arab bersatu, mempropagandakan kepada seluruh negara2 Islam untuk mengenal siapa musuh kita sebenarnya? apa yang Iran dapat?
Karena warganya mayoritas Syiah, Iran mendapat tuduhan lebih berbahaya dari AS dan Zionis…
apa salahnya Iran padamu wahai saudaraku, apa Iran pernah menyerang negaramu? apa Iran pernah berkomplot untuk membuat bangkrut negaramu?
berpikirlah… sebelum kau justru terjerat bekerja untuk musuh tanpa kau sadari, dan memusuhi pihak yang seharusnya menjadi temanmu….

Ismail amin

Sabtu, 07 Maret 2015

Meninggal didalam Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh


seorang jamaah shalat magrib meninggal dunia ketika melaksankan shalat di mesjid rraya baiturrahman banda aceh pada hari sabtu 7 maret 2015, menurut informasi dari jamaah yang sedang melaksanakan shalat di mesjid itu korban terjatuh saat berupaya mengejar rakaat terakhir. Kemungkinan korban terjatuh karena lantai masjid yang licin, dekat pintu masuk depan sebelah utara masjid, tak jauh dari tempat wudhu pria, beberpa menit kemudian bapak tersebut sudah di identifikasi oleh istri dan anaknya yang juga melaksanakan shalat magrib berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman menuturkan kepada jamaah lainnya, bahwa mereka adalah warga Aceh Jaya yang datang ke Banda Aceh untuk menjenguk keluarganya yang sakit .Mudah2an beliau husnul khatimah..


PERSYARATAN DAN KUOTA BIDIKMISI 2015

Persyaratan Calon Penerima
Persyaratan untuk mendaftar tahun 2015 adalah sebagai berikut:

1. Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2015;
2. Lulusan tahun 2014 yang bukan penerima Bidikmisi dan tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing-masing perguruan tinggi;
3. Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun;
4. Tidak mampu secara ekonomi dengan kriteria:

a. Siswa penerima Beasiswa Siswa Miskin (BSM);
b. Pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau sejenisnya ;
c. Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali (suami istri) sebesar-besarnya Rp3.000.000,00 per bulan. Untuk pekerjaan non formal/informal pendapatan yang dimaksud adalah rata-rata penghasilan per bulan dalam satu tahun terakhir; dan atau
d. Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga sebesar-besarnya Rp750.000,00 setiap bulannya;
5. Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4.
6. Berpotensi akademik baik berdasarkan rekomendasi kepala sekolah.
7. Pendaftar difasilitasi untuk memilih salah satu diantara PTN atau PTS dengan ketentuan:

A. PTN dengan pilihan seleksi masuk:
1) Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN);
2) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMTPN);
3) Seleksi mandiri di 1 (satu) PTN
b. PTS dengan pilihan seleksi masuk di 1 (satu) PTS.

B. Kuota Mahasiswa Baru

1. Kuota Bidikmisi didistribusikan sesuai urutan prioritas sebagai berikut:
a. SNMPTN dan seleksi mandiri (PTN non SNMPTN, Politeknik dan PTS);
b. SBMPTN;
c. Seleksi mandiri PTN.

2. Kuota Kopertis ditentukan berdasarkan kesepakatan antara Ditjen Belmawa bersama Kopertis dengan pertimbangan: (1) jumlah program studi yang memenuhi syarat akreditasi; (2) jumlah perguruan tinggi yang memenuhi syarat; (3) tingkat kemiskinan wilayah

3. Kuota PTS melalui seleksi mandiri ditetapkan oleh Kopertis berdasarkan: (1) jumlah program studi yang memenuhi persyaratan akreditasi, dengan proporsi maksimal 20% dari total mahasiswa baru; (2) Kondisi geografis, karakteristik sosial ekonomi sekitar perguruan tinggi negeri untuk kekhususan wilayah 3T; (3) ketaatan perguruan tinggi terhadap azas pengelolaan yang baik;

4. Kuota untuk PTS termasuk penentuan program studi dilakukan oleh Ditjen Belmawa bersama Kopertis Wilayah dengan kriteria khusus.

Posting Lama

MAU PASANG WI FI DIRUMAH ?
tapi tidak ada jaringan telkom ?
kami bisa memasang wi-fi dirumah atau kantor anda
hubungi kami :
BELIANET SAMAHANI ACEH BESAR
0853 72299929